Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dr. Amira Farahnaz sebagai Dokter Detektif dalam Memberikan Edukasi di Media Sosial TikTok: Suatu Kajian Pragmatik

  • Yona Rantika Tanjung Universitas Indraprasta PGRI
Keywords: pelanggaran, prinsip kesantunan berbahasa, dokter, edukasi, media sosial

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dr. Amira Farahnaz sebagai Dokter Detektif (Doktif) dalam memberikan edukasi di media sosial TikTok selama bulan September—Desember 2024 dengan menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka menggunakan teknik simak dan catat. Dalam penelitian ini peneliti menemukan pelanggaran-pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh dr. Amira Farahnaz sebagai Dokter Detektif yang berprofesi sebagai dokter dan aktif memberikan edukasi mengenai masalah kesehatan dan perawatan kulit (skincare) untuk masyarakat Indonesia di akun media sosial TikTok miliknya. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya 90 pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh dr. Amira Farahnaz dengan rincian 14 pelanggaran maksim kebijaksanaan, 3 pelanggaran maksim kedermawanan, 27 pelanggaran maksim penghargaan, 8 pelanggaran maksim kesederhanaan, 2 pelanggaran maksim permufakatan, 32 pelanggaran maksim perasaan, dan 4 pelanggaran maksim berpendapat. Dalam penelitian ini, peneliti tidak menemukan pelanggaran maksim simpati, maksim permintaan maaf, dan maksim pemberian maaf.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adillah, dkk. 2022. “Analisis Kesantunan Berbahasa Dalam Novel Menggapai Matahari Karya Adnan Katino.” Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia 7(1): 272–88. doi:10.31943/bi.v7i1.155.

Alam, dkk. 2023. Sosial Media Dan Strategi Pemasaran. 1st ed. ed. Agisni Sofatunisa. Sumedang: CV. Mega Press Nusantara.

Hardjodisastro, Daldiyono. 2006. Menuju Seni Ilmu Kedokteran: Bagaimana Dokter Berpikir Dan Bekerja. 1st ed. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hujaefa, dkki. 2024. Pengantar Linguistik: Teori, Konsep, Dan Penerapan. 1st ed. ed. M.Hum. Wahyuni, Dr. Lastri Manurung, S.Pd. Padang: CV. Gita Lentera.

Naimah, dkk. 2024. “Analisis Kesantunan Berbahasa Dalam Kumpulan Video Debat Bahasa Indonesia Pada Kanal Youtube X OTKP 2.” Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2(1): 210–35. doi:10.61132/semantik.v2i1.303.

Nasarudin, dkk. 2024. Pragmatik. 1st ed. ed. Ph.D. Alpino Susanto, M.Pd. Agam: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Rukmana, dkk. 2023. Dunia Multimedia: Pengenalan Dan Penerapan. 1st ed. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Witara, dkk. 2023. METODOLOGI PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN : Panduan Praktis. 1st ed. Yogyakarta: PT. Green Pustaka Indonesia.

Wulansafitri, dkk. 2020. “Kesantunan Berbahasa Dalam Tuturan Film My Stupid Boss 1.” Jurnal Sastra Indonesia 9(1): 21–27. doi:10.15294/jsi.v9i1.33847.

Published
2025-04-22
How to Cite
Yona Rantika Tanjung. (2025). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dr. Amira Farahnaz sebagai Dokter Detektif dalam Memberikan Edukasi di Media Sosial TikTok: Suatu Kajian Pragmatik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 499-505. Retrieved from https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/1419
Section
Articles