Bentuk dan Makna Tindak Tutur Langsung-Tidak Langsung dan Literal-Tidak Literal pada Kisah Yusuf Episode 26

  • Istiana Khotibatunnisa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
  • Maman Abdul Djaliel Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Dayudin Dayudin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
Keywords: tindak tutur, literal, tidak literal, Kisah Yusuf 26, pragmatik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna tindak tutur langsung-tidak langsung, dan literal-tidak literal dalam film Kisah Yusuf episode 26 pada kanal Salam Medi dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Fokus penelitian ini terletak pada kesesuaian antar bentuk tindak tutur dengan modus kalimat yang digunakan serta keselarasan antara susunan kata dan maknanya. Penelitian ini mengacu pada teori tindak tutur Wijana (1996) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik simak catat terhadap dialog para tokoh dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Kisah Yusuf episode 25 terdapat empat peristiwa tutur yang mengandung variasi tindak tutur langsung-tidak langsung dan literal-tidak literal, yaitu: (1) tindak tutur tidak langsung dan tidak literal, ditandai dengan penggunaan kalimat deklaratif untuk menyampaikan perintah serta makna tuturan yang tidak sesuai secara harfiah; (2) tindak tutur tidak langsung dan literal, di mana kalimat interogatif digunakan dengan fungsi deklaratif namun maknanya tetap sesuai secara literal; (3) tindak tutur langsung dan literal, yaitu ketika bentuk dan fungsi kalimat selaras dengan makna yang disampaikan; dan (4) tindak tutur langsung tetapi tidak literal, yakni tuturan yang secara bentuk sesuai dengan modusnya, tetapi maknanya tidak literal karena mempertimbangkan aspek kesopanan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chaer, A. (2014). Linguistik umum (Edisi ke-4). Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik. Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya. (Karya asli diterbitkan 1989).

Prasetyo, A. H., Yulianto, B., & Yohanes, B. (2018). Tindak tutur ekspresif dalam film Kartini karya Hanung Bramantyo: Kajian sosiopragmatik. Jurnal Unesa. Artikel Jurnal Unesa

Rahardi, K. (2005). Pragmatik: Kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Erlangga.

Saebani, B. A., & Sutisna, Y. (2018). Metode penelitian (Revisi). Pustaka Setia.

Salahshour, F. (Direktur). (2008). Kisah Nabi Yusuf AS episode 26 [Seri televisi religi]. YouTube. Video YouTube

Silviani, H., Djaliel, M. A., & Dayudin. (2025). Pelanggaran prinsip kerja sama dalam film Kisah Nabi Yusuf episode 18 pada kanal YouTube Salam Media (Kajian pragmatik). Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 12(3), 302–311. https://doi.org/10.64540/b8hnt763

Sulistiyo, W., & Widodo, W. (2025). Bentuk dan makna tindak tutur tidak langsung dalam film Sekawan Limo: Kajian pragmatik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(3), 2609–2623. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i3.5829

Tangdibiri’, Y., & Tandisau, F. (2022). Penggunaan tindak tutur tidak langsung literal dalam Rukun Kampung Tiroallo Lembang Marante (Tinjauan pragmatik). Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(4). Artikel Deiktis

Wijana, D. P. (1996). Dasar-dasar pragmatik. Andi.

Wiranty, W. (2015). Tindak tutur dalam wacana novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (Sebuah tinjauan pragmatik). Jurnal Pendidikan Bahasa, 4(2).

Published
2026-08-08
How to Cite
Istiana Khotibatunnisa, Djaliel, M. A., & Dayudin, D. (2026). Bentuk dan Makna Tindak Tutur Langsung-Tidak Langsung dan Literal-Tidak Literal pada Kisah Yusuf Episode 26 . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3638-3644. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.3264
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)