Representasi Keibuan dalam Puisi Indonesia: Analisis Unsur Batin Puisi "Ibu" Karya KH Mustofa Bisri, D. Zawawi Imron, Sapardi Djoko Damono, dan W.S. Rendra

  • Ahmad Nasirudin Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
  • Muchlas Abror Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
Keywords: unsur batin, Puisi Ibu, Representasi Keibuan, Komparasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan unsur batin dalam empat puisi berjudul "Ibu" karya KH Mustofa Bisri, D. Zawawi Imron, Sapardi Djoko Damono, dan W.S. Rendra, serta menyusun tipologi representasi keibuan berdasarkan temuan analisis tersebut. Objek material penelitian ini adalah teks keempat puisi "Ibu" dari keempat penyair tersebut, sementara objek formalnya adalah unsur batin puisi yang mencakup tema, rasa, nada, dan amanat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research atau penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural dengan fokus pada analisis unsur batin serta pendekatan komparatif untuk membandingkan keempat puisi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan langkah inventarisasi sumber data, pembacaan heuristik dan hermeneutik, pencatatan data, serta klasifikasi data. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat puisi memiliki perbedaan signifikan dalam unsur batinnya. Puisi KH Mustofa Bisri bertema spiritualitas dengan rasa khusyuk dan religius, nada kontemplatif dan doa, serta amanat untuk mendoakan ibu. Puisi D. Zawawi Imron bertema identitas dan utang budi dengan rasa haru dan rindu, nada intim dan naratif, serta amanat untuk membayar hutang budi kepada ibu. Puisi Sapardi Djoko Damono bertema kehilangan dan kerinduan pada sosok ayah dengan rasa sedih dan kosong, nada polos dan interogatif, serta amanat untuk menghargai keutuhan keluarga. Puisi W.S. Rendra bertema totalitas kehidupan dengan rasa syukur dan kagum, nada deklaratif dan otoritatif, serta amanat bahwa ibu adalah pusat peradaban. Berdasarkan temuan tersebut, disusun empat tipologi representasi keibuan, yaitu pendekatan mistik-transendental (Gus Mus), etnik-eksistensial (Zawawi Imron), psikologis-absurd (Sapardi), dan klasik-struktural (Rendra).

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, D. (2018). Kajian intertekstual dalam puisi tentang ibu. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 45-52.

Ardiansyah, A., Wibowo, A., & Setyawan, B. (2023). Hubungan interteks konsep pengorbanan ibu dalam puisi Indonesia modern. Jurnal Sastra Indonesia, 12(2), 112-125.

Efendi, D. (2023). Analisis citraan dalam puisi "Ibu" karya KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Krinok: Jurnal Linguistik Budaya, 7(1), 1-12. https://doi.org/10.36355/krinok.v7i1.1095

Faridi, M. (2025). The psychological representation of the Madurese people in the poem "Ibu" by D. Zawawi Imron. Proceedings of International Conference on Islamic Civilization and Humanities, 3, 148-159. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/3342

Fitri, R., & Humaira, H. (2022). Analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi "Ibu" karya KH. Mustofa Bisri. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 78-89.

Aulia, Fadillah Tri. (2023). Analisis struktur batin puisi "Ibu" karya D. Zawawi Imron. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://garuda.kemdikbud.go.id

Ginanjar, D., dkk. (2023). Struktur batin puisi "Ibu" karya D. Zawawi Imron: Kajian stilistika. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra.

Ismaidini, S. A., Febriani, A. N., & Harahap, S. H. (2024). Analisis karya sastra dengan menggunakan teori strukturalisme: Puisi "Ibu" Chairil Anwar. IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research, 2(1), 1-10.

Pradopo, R. D. (1987). Pengkajian puisi. Gadjah Mada University Press.

Pradopo, R. D. (2005). Pengkajian puisi. Gadjah Mada University Press.

Putri, N. K. (2025). Analisis struktur batin puisi "Smell Day Twenty One" karya Kim Hyesoon. Jurnal Apresiasi Sastra, 5(1), 33-42.

Richards, I. A. (1929). Practical criticism: A study of literary judgment. Harcourt, Brace & Company.

Seribupena. (2023, Desember). Puisi tentang ibu karya penyair Indonesia. https://www.seribupena.com/2023/12/puisi-tentang-ibu-karya.html

Sidq, A. M. (2025). Perbandingan puisi "Ibu" karya D. Zawawi Imron dan K.H. Mustofa Bisri dengan pendekatan semiotika Riffaterre. Jurnal Semiotika, 8(1), 1-15.

Waluyo, H. J. (1987). Teori dan apresiasi puisi. Erlangga.

Waluyo, H. J. (2002). Apresiasi puisi. Gramedia.

Wati, L., dkk. (2023). Analisis stilistika dalam puisi-puisi W.S. Rendra. Jurnal Bahasa dan Sastra, 11(2), 98-110.

Published
2026-05-05
How to Cite
Nasirudin, A., & Abror, M. (2026). Representasi Keibuan dalam Puisi Indonesia: Analisis Unsur Batin Puisi "Ibu" Karya KH Mustofa Bisri, D. Zawawi Imron, Sapardi Djoko Damono, dan W.S. Rendra. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(2), 1611-1631. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i2.3323
Section
Articles