Perbandingan Unsur Budaya pada Cerita Rakyat Malin Kundang dan Cerita Rakyat Sampuraga

  • Risky Pratama Siregar Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Murni Simarmata Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Yustina Jindi Lusmiran Simamora Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Dian Berkati Rebeka Purba Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Halimatussakdiah Halimatussakdiah Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Keywords: Unsur-unsur Budaya, Malin Kundang, Sampuraga

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk membandingkan kisah rakyat Malin Kundang yang berasal dari Minangkabau dengan kisah rakyat Sampuraga yang berasal dari Mandailing. Di samping itu, penelitian ini juga menganalisis dan menguraikan elemen-elemen budaya yang ada dalam kedua kisah rakyat tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun memiliki tema cerita yang serupa, ada pula perbedaan dalam narasi yang terlihat dari karakter, penamaan karakter, sifat-sifat karakter, dan latar belakang tempat. Perbedaan budaya dipengaruhi oleh latar belakang dua suku yang berbeda, di mana Malin Kundang berasal dari suku Minangkabau, sedangkan Sampuraga berasal dari suku Batak Mandailing. Keduanya memiliki kesamaan dalam tema tentang pengkhianatan terhadap orang tua. Bahasa yang dipakai dalam masing-masing cerita juga berlainan; Malin Kundang menggunakan bahasa Minangkabau, sedangkan Sampuraga memakai bahasa Batak Mandailing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bahtiar, A., Anggraini, D., Lestari Hidayah, E., Julianto, H., & Jelita, N. (2023). Unsur Kebudayaan Dalam Cerita Rakyat Sumatra Barat Puti Banduik Karya Krisnawati: Tinjauan Antropologi Sastra. Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal, 6(1), 27–39. https://doi.org/10.24905/sasando.v6i1.197

Balai Pustaka. (2005). Kumpulan cerita rakyat Nusantara. Balai Pustaka.

Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.

Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. (2016). Legenda Malin Kundang. Dinas Kebudayaan Sumatera Barat.

Dinas Kebudayaan Sumatera Utara. (2017). Cerita rakyat Sampuraga. Dinas Kebudayaan Sumatera Utara.

Djamaris. (1993). Struktur sastra lisan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Cerita rakyat Nusantara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Koentjaraningrat. (1994). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Lubis, F. W (2022) Kajian Antropologi Sastra: Analisis Unsur-Unsur Budaya Dalam Cerita Rakyat Putri Runduk. Jurnal Edukasi Kultura, Vol. 9 No. 1. https://doi.org/10.24114/edukasi%20kultura.v9i1.29765

Krippendorff, K. (2004). Content analysis: An introduction to its methodology (2nd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Pambudi, W. B. (2023). Perbandingan Nilai Budaya Pada Cerita Rakyat Malin Kundang Dan Cerita Rakyat Si Tanggang. Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 203. https://doi.org/10.30651/lf.v7i2.11921

Rahman, F. (2018). Perbandingan Legenda Ciung Wanara dengan Cindelaras serta Kajian Budaya Lokal. Metasastra, 11(1), 31–44.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wahyuni, L. (2019). Kajian cerita rakyat dalam perspektif budaya.

Wellek, R., & Warren, A. (1956). Theory of literature. Harcourt, Brace & World.

Wahyuni, S., Hamsiah, A., & Asdar, A. (2022). Penerapan Nilai Budaya Lokal dalam Cerita Rakyat Bugis-Makassar sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa di Kelas IV SDN Mamajang I Kota Makassar. Bosowa Journal of Education, 3(1), 28-31.

Published
2026-08-01
How to Cite
Siregar, R. P., Simarmata, M., Simamora, Y. J. L., Purba, D. B. R., & Halimatussakdiah, H. (2026). Perbandingan Unsur Budaya pada Cerita Rakyat Malin Kundang dan Cerita Rakyat Sampuraga. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3342-3351. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.3647
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)