Kelisanan dan Fungsi Sastra Lisan Karungut di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan

  • Beby Auliya Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
  • Muhammad Rafiek Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
  • Dwi Wahyu Candra Dewi Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
Keywords: orality, functions of oral literature, Karungut

Abstract

Abstract

This study examines the orality and functions of oral literature in karungut in Kuala Pembuang, Seruyan Regency. The research focuses on (1) the characteristics of orality in karungut based on Walter J. Ong's nine psychodynamic features, and (2) the functions of oral literature based on Hutomo's theory, namely as a system of projection, a means of cultural validation, a means of enforcing social norms and social control, and a means of educating children. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Primary data were obtained through observation of six videos of karungut performances, while supporting data were obtained through interviews with pangarungut and maestro. The results show that all characteristics of psychodynamic orality were found in the data corpus, with the additive feature being the most dominant, confirming karungut's status as secondary orality. All four functions of oral literature proposed by Hutomo were also found, with cultural validation as the most dominant function. The characteristics of orality and the functions of oral literature in karungut are proven to be interwoven in every performance event, confirming that the logic of orality does not disappear when oral literature comes into contact with literacy, but rather transforms into a secondary orality that remains functional amid the currents of modernization.

Keywords: orality; functions of oral literature; karungut

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asi, Y. E., & Poerwadi, P. (2024). Karungut: Struktur dan nilai budaya Dayak Ngaju. CV Sarnu Untung.

Azmi, M. A. W. (2025). Elements of orality in the manuscript of Syair Nasihat Ibadah: A review of Walter J. Ong's orality characteristics. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 16(2), 231–243.

Basori, B., & Akbar, T. (2024). Memanfaatkan karungut sebagai sarana menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila. Jurnal Sastra Lisan Nusantara, 4(2), 131–142.

Bauman, R. (1977). Verbal art as performance. Newbury House.

Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.

Finnegan, R. (1977). Oral poetry: Its nature, significance and social context. Cambridge University Press.

Herman, H., Ningsih, D., & Sulistiawati, S. (2025). Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal karungut. Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10(2), 222–228.

Hernanda, Y. R. (2022). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam seni pertunjukan Karungut Dayak Siang Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah [Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta].

Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang terlupakan: Pengantar studi sastra lisan. Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Jawa Timur.

Irawan, F., Dharmayanti, F. L., & Hanafi, R. P. (2019). Makna simbol-simbol budaya dalam karungut Antang Ngambun bagi kehidupan suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Cakrawala Linguista, 1(2), 46–58.

Itmamil, W., Rochgiyanti, R., Mansyur, M., & Subroto, W. (2024). The role of Tunjung Nyaho Art and Culture Studio in the preservation of karungut art in Palangka Raya City, Central Kalimantan. Riwayat: Educational Journal of History and Culture, 7(2).

Kistiana, K. (2024). Analisis minat siswa terhadap karungut di SDN 4 Menteng Kota Palangka Raya. Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 16(2), 239–243.

Lord, A. B. (1960). The singer of tales. Harvard University Press.

Mahmudah, I., Yanti, M. Y., Andini, S. P., & Astuti, Y. (2023). Studi tentang pembelajaran kesenian karungut Dayak Ngaju siswa tunanetra di SLB Negeri 1 Palangkaraya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 12(12), 3138–3145.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Musthafa, A. I., & Karliani, E. (2024). Pengembangan video karungut sebagai media pembelajaran PPKn pada materi norma dan keadilan di kelas VII SMP Muhammadiyah Palangka Raya. Sagita Academia Journal, 2(4), 169–175.

Mustofa, S. A., & Wirajaya, A. Y. (2021). Analisis aspek kelisanan pada Hikayat Perang Pandawa Jaya. Pujangga, 7(2), 157–170.

Natae, Y. (2025). Representasi nilai budaya Dayak Ngaju dalam lirik lagu daerah Dayak Ngaju. Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya, 15(2), 314–327.

Norlaila, N., Diman, P., Linarto, L., Poerwaka, A., & Setyoningsih, R. A. (2022). Representasi nilai-nilai sosial dalam karungut. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 1(1), 125–136.

Ong, W. J. (1982). Orality and literacy: The technologizing of the word. Methuen.

Prasetyo, A. E. (2017). Penggunaan karungut dalam pembelajaran kimia serta pendidikan karakter peserta didik. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 8(1), 15–26.

Qisthi, A. R., & Kurniawan, B. (2023). Analisis kelisanan Walter J. Ong dalam Hikayat Sultan Mahmud Aznawi Schoemann V 13. Nuansa Indonesia, 25(2), 346–355.

Rafiek, M. (2010). Teori sastra: Kajian teori dan praktik. Refika Aditama.

Rahim, A., Nursalam, N., & Ismail, A. (2023). Analisis wujud kelisanan Kapata Maluku Tengah. Sawerigading, 29(2), 179–191.

Rahmawati, N. P. (2012). Karungut: Kesenian Kalimantan Tengah. Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Setyami, I., & Satriani, I. (2023). Perempuan, cinta, dan religi dalam Di Bawah Lindungan Ka'bah karya Hamka: Keberaksaraan dan kelisanan. Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 24(2), 253–264.

Silap, R. L., Octavilla, G., Olivia, N., Keren, J. A., Veronica, M., Mamarimbing, N. Y., & Sebastian, A. (2023). Karungut for the Dayak community of Central Kalimantan as a means of preserving regional arts. International Journal of Society Reviews, 1(2), 394–413.

Sima, S., Fitri, F., & Susanto, H. (2024). Analisis struktur, makna, dan fungsi syair pada tarian Dayak Ba'koncong di Kecamatan Sajingan Besar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 34756–34763.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Supriatin, A., Hutapea, R. H., Ihsantio, I., Rahman, M., Norlaila, N., Ambarwati, P., & Suswoyo, T. (2022). Pendampingan pengembangan kesenian karungut dan musik tradisional sebagai pelestarian kearifan lokal masyarakat Mungku Baru. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian, 4, 1401–1409.

Tri Lestari, K., & Wirajaya, A. Y. (2022). Aspek kelisanan dalam naskah Hikayat Raja-Raja Siam. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(1), 41–51.

Widiyarto, S. (2023). Pembelajaran sastra bersumber dari tradisi lisan Gawai Dayak Kalimantan Barat. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 7(2), 185–190. https://doi.org/10.29407/jbsp.v7i2.21625

Wiranata, A. G., Muslimah, M., Jeniva, I., Sopariyah, S., Ikhsan, M. K., Keristina, A., & Yoga, Y. (2024). Membangun spirit moderasi beragama melalui seni karungut di Desa Tewang Darayu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin, 4(3), 127–143.

Yuel, Y., & Krisdayanti, K. (2025). Penguatan karakter Kristiani melalui kegiatan sanggar tari “Kariak Antang” di Sekolah Menengah Atas Kristen Tumbang Samba. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 7(1), 92–100.

Published
2026-08-17
How to Cite
Auliya, B., Rafiek, M., & Dewi , D. W. C. (2026). Kelisanan dan Fungsi Sastra Lisan Karungut di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3773-3786. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.4236
Section
Articles