Pemberdayaan Manajemen Remaja Masjid dalam Meningkatkan Ekonomi Melalui Hadrah Banjari di Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan
Abstract
Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim, oleh sebab itu masjid menjadi tempat yang paling mulia di muka bumi. Umat Islam wajib memakmurkan masjid baik dengan aktivitas keagamaan dan perayaan hari besar Islam. Dalam memakmurkan masjid membutuhkan biaya oprasional demi suksesnya acara. Faktanya, masjid tidak ada dana masukan dana yang pasti, hanya kotak amal jum’at dan sumbangan para dermawan yang dijadikan dana operasional. Oleh karena itu, pengabdian ini diadakan untuk meningkatkan ekonomi masjid melalui hadrah banjari. Hadrah banjari merupakan seni dan sudah menjadi tradisi di masyarakat Madura. Hal ini dibuktikan pada setiap acara pesta perkawinan, timangan bayi umur 40 hari (molang areh) selalu mengundang hadrah banjari. Dengan adanya pengabdian ini, diharapkan remaja masjid mempunyai semangat untuk membentuk group hadrah banjari untuk meningkatkan ekonomi masjid.
Downloads
References
Al-Mubarakfuri SyaikhShafiyyurahman. (2008). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 205.
Arif, Armai. (2002). Pengantar dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press. 135-136.
Madjid, Nurcholis. (2002). Masyarakat Religious Membumikan Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan Masyarkat. Jakarta, Paramadina. 98-100.
Mudjahidin. (1985). Keindahan Karya Seni di Tinjau dari Beberapa Sudut Pandang Baik Al-Qur’an dan Hadis. Jakarta: PT. Gunung. 3.
Rozi, Mohammad Fahrur. (2017). 1stAnnualConferenefor Muslim Scholar: Kopertais Wilayah IV Surabaya dalam Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Surabaya: Kopertais IV Surabaya Press. 935.
Siswanto. (2005). Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 23.
Tunggal, Amin Widjaja. (2002). Manajemen Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rineka Cipta. 5.

