Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Wisata Kampoeng Purba Kelurahan Brangkal, Gemolong, Sragen

  • Tegar Pangestu Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
Keywords: desa wisata, pandemi, pemberdayaan, sragen, pejuang muda

Abstract

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, terutama pada meningkatkan angka kemisikinan. Kabupaten Sragen merupakan salah satu daerah yang angka kemiskinannya meningkat. Permasalahan tersebut tentunya merupakan suatu masalah yang cukup serius dan perlu untuk segera ditangani. Sebab ketika permasalahan tersebut dibiarkan maka akan memungkinkan menimbulkan berbagai permasalahan sosial lainnya muncul. Maka dari itu dalam upaya menghadapi permasalahan tersebut, maka Kementerian Sosial RI mencanangkan suatu program yang bernama Pejuang Muda. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemensos, Kemendikbudristek, dan Kemenag karena pada program ini melibatkan mahasiswa dengan asas pengabdian dan pemberdayaan. Pengembangan desa wisata Kampoeng Purba di Desa Brangkal, Gemolong, Sragen merupakan salah satu program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat oleh tim Pejuang Muda Sragen. Tujuan dari program ini yaitu untuk membantu masyarakat secara langsung agar bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan inovatif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Metode yang digunakan oleh tim Pejuang Muda dalam kegiatan ini yaitu Observasi dan kunjungan langsung secara berkala, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi potensi dan masalah, analisis kebutuhan masyarakat, pelaksanaan program, dan diakhiri dengan monitoring serta evaluasi. Program ini memiliki manfaat terhadap kemandirian bagi masyarakat, sehingga program akan bersifat berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewi, M. H. U., Fandeli, C., & Baiquni. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3(2), 129–139. https://doi.org/10.22146/kawistara.3976

Fidianing, S., Kusumawati, W., & Wahyudi, K. E. (2020). Implementasi Kebijakan Pengentasan Kemisikinan Melalui Pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Syntax Idea, 2507(February), 1–9.

Frazila, R. B., Zukhruf, F., Nugroho, T. S., Karsaman, R. H., & Rahman, H. (2021). Pengembangan metode penilaian indikator transportasi berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Teknik Sipil, 28(1), 73–82. https://doi.org/10.5614/jts.2021.28.1.8

Parkhurst, J. O. (2017). The Politics of Evidence: From Evedence-based Policy to the Good Governence of Evidence. In The Politics of Evidence (Issue December 2016).

Sidiq, A. J., & Resnawaty, R. (2017). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Linggarjati Kuningan, Jawa Barat. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 38. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14208

Yasin, V. (2021). Penerapan Sistem Kegiatan Belajar Dan Mengajar Dalam Instrumen Sertifikasi Dosen Profesional Menggunakan Metode Smart. TRIDHARMADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta, 1(1), 37. https://doi.org/10.52362/tridharmadimas.v1i1.501

Published
2022-03-12
How to Cite
Pangestu, T. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Wisata Kampoeng Purba Kelurahan Brangkal, Gemolong, Sragen. Jurnal Abdimas Indonesia, 2(1), 87-93. https://doi.org/10.53769/jai.v2i1.183