Pemetaan Daerah Rawan Bencana Banjir di Wilayah Ranomentaa Kecamatan Toari Kabupaten Kolaka
Abstract
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan bencana banjir di Kelurahan Ranomentaa, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka. Wilayah ini dikenal memiliki intensitas curah hujan tinggi serta topografi dataran rendah yang menyebabkan tingginya potensi bencana banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat dan aparat kelurahan, serta dokumentasi data sekunder dari BMKG dan BPBD. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik lokasi yang termasuk kategori rawan tinggi, terutama di Dusun 02 dan Dusun 04. Faktor utama penyebab banjir adalah buruknya sistem drainase,serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Dampak banjir sangat dirasakan oleh masyarakat, mulai dari kerugian ekonomi, gangguan kesehatan, hingga terhambatnya aktivitas pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pembangunan infrastruktur drainase yang memadai, normalisasi aliran sungai, edukasi lingkungan bagi warga, serta penerapan sistem peringatan dini. Pemetaan wilayah rawan ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan mitigasi bencana di tingkat lokal.
Downloads
References
Ghifari, M. F., Rusba, K., & Ramdan, M. (2024). Kebijakan Penanggulangan Bencana Banjir Dan Kebakaran Di Kota Balikpapan. Identifikasi, 10(1), 156–160.
Hidayat, A., Yorika, R., & Mustofa, U. (2024). Pemetaan Kawasan Rawan Bencana Banjir dan Penentuan Jalur Evakuasi dengan Metode Network Analysis di Kecamatan Sangatta Utara. Journal of Urban Planning Studies, 4(3), 213–219.
Jusuf, H., & NakoE, M. R. (2025). Analisis Spasial Titik Lokasi Dan Jalur Evakuasi Dalam Mitigasi Pengurangan Risiko Bencana Banjir Kelurahan Biawu Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3756–3767.
Kuba, M. S. S., Rumata, N. A., & Amal, C. A. (2024). Dampak Perubahan Lahan Terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Journal of Green Complex Engineering, 1(2), 99–106.
Nole, O. A., Ranimpi, Y. Y., & Tampake, T. (2024). Relevansi Ajaran Teodisi dan Kesejahteraan Spiritual pada Penyintas Trauma Bencana Alam di Palu. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 6(1), 73–87.
Nuraini, C. F., & Rahman, A. (2025). Implementasi Kebijakan Mitigasi Bencana Banjir Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Selatan. Studi Administrasi Publik Dan Ilmu Komunikasi, 2(1), 208–220.
Oetama, D., Erawan, M. T. F., Wahyudi, A. I., & Jali, W. (2025). Pemetaan Daerah Rawan Bencana Secara Partisipatif di Kelurahan Lalowaru, Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. PUSAKA ABDIMAS, 123–128.
Saputra, R., Munandar, R. K., Santoso, H., Zibar, Z., Dodi, D., Al-Fikri, S. H., Hafidz, M., Ramadhani, H., & Lestari, F. P. (2025). Pemanfaatan Teknologi Geospasial Dalam Pemetaan Batas Dusun Dengan Pendekatan Partisipatif Masyarakat (Studi Kasus Desa Masbangun Kabupaten Kayong Utara). Jurnal Pasopati, 7(1), 12–18.
Seprianto, M., Anggo, M., Harudu, L., & Aldiansyah, S. (2024). Pemetaan Daerah Potensi Rawan Banjir Menggunakan Metode Overlay. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 9(4), 214–226.
Setiawan, A., Rusba, K., Ramdan, M., Saputra, D., & Swandito, A. (2024). Peranan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Dalam Menanggulangi Bencana Banjir Di Kota Balikpapan. Identifikasi, 10(1), 42–48.

