Pelatihan Dan Pendampingan Penerapan Biosecurity di Kawasan Tambak Untuk Meningkatkan Produktivitas Udang Yang Bebas Virus di Kelurahan Wolulu
Abstract
Sektor budidaya udang di Kelurahan Wolulu menghadapi tantangan serius
akibat serangan penyakit yang disebabkan oleh virus, yang berdampak
langsung pada penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi bagi
pembudidaya. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan
dan pendampingan yang intensif kepada pembudidaya tambak udang dalam
penerapan biosecurity guna meningkatkan produktivitas tambak yang bebas
dari penyakit virus. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian
materi secara teori dan praktik langsung di lapangan yang melibatkan
pembudidaya yang diberikan materi dengan fokus pada manajemen kualitas air
dan sterilisasi peralatan serta mekanisme pembatasan akses. Sebagai
kesimpulan, penerapan biosecurity yang diajarkan dalam program ini berhasil
meningkatkan pemahaman peserta yang dibuktikan dengan keaktifan peserta
pada sesi interaktif dan evaluasi umpan balik di akhir kegiatan . Keterlibatan
aktif masyarakat dalam mengadopsi praktik baru ini menunjukkan potensi
besar untuk keberlanjutan industri budidaya udang di Kelurahan Wolulu.
Downloads
References
Harijono, T., & Nazran, N. (2025). PENCEGAHAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA UDANG
VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI CV. AGRABINTA SHRIMP FARM DESA SINARLAUT KABUPATEN CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT. Jurnal Perikanan Pantura (JPP), 8(1), 697-709.
Azmi, F., Faisal, T. M., Suransyah, A., Sinaga, S., & Firli, A. (2017). Identifikasi Penyebab Kegagalan Panen Petani Tambak: Inventory, Dan Implikasi Biosecurity Perikanan Kota Langsa. Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika, 1(2), 26-36.
Rahim, R., & Rukmana, M. R. A. (2022). PKM PENERAPAN TEKNOLOGI ZERO WATER DISCHARGE PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) KELURAHAN WOLULU KECAMATAN WATUBANGGAKABUPATEN KOLAKA. J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(9), 2315-2326.
Mulyadin, A., Arma, N. R., Dewi, I., & Fadhil, A. (2025). Sosialisasi Upaya Pengendalian Penyakit Udang Vaname di Desa Maroneng, Kabupaten Pinrang. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 65-73.
Kurniawan, A., Pramudia, Z., Raharjo, Y. T., Julianto, H., & Amin, A. A. (2021). Kunci Sukses Budidaya Udang Vaname: Pengelolaan Akuakultur Berbasis Ekologi Mikroba. Universitas Brawijaya Press.
Sánchez-Paz, A. (2010). White spot syndrome virus: an overview on an emergent concern. Veterinary research, 41(6), 43.
Srisala, J., Sanguanrut, P., Thaiue, D., Laiphrom, S., Siriwattano, J., Khudet, J., ... & Sritunyalucksana, K. (2021). Infectious myonecrosis virus (IMNV) and decapod iridescent virus 1 (DIV1) detected in captured, wild Penaeus monodon. Aquaculture, 545, 737262.
Putra, A., Syafa’Yumna, A., Alfiazh, A. T., Nugraha, B. A., Sartika, D., Ramadiansyah, F., ... & Suharyadi, S. (2023). Analisis Aspek Teknis dan Finansial Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dalam Sistem Intensif. Jurnal Perikanan Unram, 13(3), 703-718.
Wafi, A., Ariadi, H., Fadjar, M., Mahmudi, M., & Supriatna, S. (2020). Model simulasi panen parsial pada pengelolaan budidaya intensif udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 11(2), 118-126.
Rusli, Mulyati, S. (2023). Prosiding Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis Ke-35 Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. “Smart Agriculture In Providing Food To Prevent Stunting” Pangkep, 11 Oktober 2023 Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis ke-35 Politeknik Per. 374–382.
Mulyadin, A., Arma, N. R., Dewi, I., & Fadhil, A. (2025). Sosialisasi Upaya Pengendalian Penyakit Udang Vaname di Desa Maroneng, Kabupaten Pinrang. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 65–73. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v8i1.7477
Fahrurrozi, A., Madusari, B. D., Linayati, Wijayanto, Rabbani, N., Permana, R. A., & Aziz, B.
K. (2022). Edukasi Pentingnya Profilaksis Area Produksi Tambak Udang Vaname dan Aplikasinya Melalui Penerapan Biosecurity di Tambak BMG (Balengan) Kabupaten Pemalang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Belida Indonesia, 2(2), 19–24.

