Penyuluhan Kesantunan Berbahasa di Media Sosial bagi Siswa SMAN 2 Pekanbaru sebagai Implementasi Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila
Abstract
Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pola komunikasi remaja, terutama melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang utama berinteraksi. Namun, kebebasan dalam ruang digital kerap diiringi dengan penggunaan bahasa yang kurang santun, seperti munculnya ujaran kebencian dan perundungan daring. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menumbuhkan kesantunan berbahasa siswa dalam bermedia sosial dengan menginternalisasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di SMA Negeri 2 Pekanbaru melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, pemanfaatan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Metode yang digunakan bersifat interaktif dan melibatkan partisipasi aktif siswa, seperti ceramah, diskusi, analisis kasus, dan penggunaan media digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai kesantunan berbahasa, yang tercermin dari meningkatnya kesadaran, tanggung jawab, serta sikap menghargai perbedaan. Selain itu, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam memperkuat komitmen siswa untuk berkomunikasi secara santun di media sosial. Meskipun demikian, masih ditemukan ketidaksesuaian antara pemahaman yang dimiliki dengan praktik berbahasa yang dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari di ruang digital. Oleh sebab itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kesantunan berbahasa dengan Profil Pelajar Pancasila, sehingga siswa mampu berkomunikasi secara santun, bertanggung jawab, dan mencerminkan karakter yang baik di media sosial.
Downloads
References
Ananda Munifatul Olifiya, & Ratnasari Diah Utami. (2024). Strategi menanamkan kesantunan berbahasa melalui penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Jurnal Elementaria Edukasia, 7(1), 2236–2248. https://doi.org/10.31949/jee.v7i1.8771
Anwar, F. (2017). Perubahan dan permasalahan media sosial. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(1), 137–144.
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.
Fatmawati, Apriani, L., Ningsih, R., Afdal, A., & Zulfa, M. (2023). Penyuluhan kesantunan berbahasa dalam interaksi di media sosial pada siswa. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(3), 1202–1217. https://doi.org/10.31571/gervasi.v7i3.6717
Hidayat, F., Marisa, C., & Hilaliyah, H. (2023). Internalisasi Profil Pelajar Pancasila untuk sekolah dasar melalui pendekatan sastra anak. Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI, 18–28. https://doi.org/10.30998/kibar.27-10-2022.6294
Ningsih, R., et al. (2024). Penyuluhan kesantunan linguistik pada siswa SMPN 1 Tualang. Community Education Engagement Journal, 5(2), 75–83. http://journal.uir.ac.id/index.php/ecej
Rahman, F. (2022). Kesantunan tindak tutur asertif dan ekspresif dalam acara Catatan Demokrasi: Manuver Giring di Depan Jokowi di TV One. 1(2), 1–200.
Rika Ningsih, Boeriswati, E., & Muliastuti, L. (2020). Language politeness of students and teachers: An ethnographic study. Getsempena English Education Journal, 7(1), 159–169. https://doi.org/10.46244/geej.v7i1.1063
Rika Ningsih, & Fatmawati. (2024). Realitas kesantunan berbahasa Gen-Z di era digital. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 215–224. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3167
Uktolseja, N. F., Nisa, A. F., Arafik, M., & Wiarsih, N. (2022). Penanaman nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran tematik berbasis Project-Based Learning di sekolah dasar. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 151–158. https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/sn-pgsd/article/view/12369
Zakiyyah, A. A., & Fathurohman, I. (2022). Kesantunan berbahasa dalam bersosial media. Prosiding Seminar Nasional, 1(1), 1–8.

