Penguatan Kelembagaan Petani Berbasis Prinsip Agroekologi untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan

  • Septiana Septiana Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Indonesia
  • Japo Alberto Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Indonesia
  • Linda Wahyuni Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Indonesia
Keywords: agroekologi, kelembaga petani, kelompok tani, pengabdian kepada masyarakat, pertanian berkelanjutan

Abstract

Penguatan kelembagaan petani merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung penerapan pertanian berkelanjutan berbasis prinsip agroekologi. Namun, kelompok tani pemula di Kecamatan Bengakayang, Kabupaten Bengkayang, masih menghadapi berbagai kendala, antara lain tata Kelola kelembagaan yang belum optimal, administrasi organisasi yang belum terdokumentasi secara sistematis, belum tersusunnya dokumen Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), serta Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP), dan masih terbatasnya pemahaman mengenai prinsip agroekologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatan kapasitas kelembagaan kelompok tani melalui penguatan manajemen organisasi berbasis prinsip agroekologi guna mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di aula Balai Penyuluhan Petanian Kecamatan Bengkayang dengan melibatkan 25 anggota kelompok tani, 5 penyuluh pertanian, serta 3 dosen dan 2 orang staf sebagai tim pelaksana. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif, Focus Discussionn (FGD), pemberian contoh dokumen administrasi kelompok tani, serta pendampingan penyusunan administrasi kelembagaan. Dari hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan bengkayang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi kelembagaan kelompok tani, pentingnya administrasi organisasi, dan penerapan prinsip agroekologi dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, kegiatan menghasilkan contoh dokumen administrasi kelompok tani berupa Anggaran Dasar dan Aggaran Rumah Tangga (AD/ART), Standart Operasional Prosedur (SOP), serta struktur administrasi kelompok, yang dapat digunakan sebagai standar untuk manajemen organisasi. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam kegiatan menunjukkan bahwa mereka lebih menyadari pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik sebagai fondasi untuk pertumbuhan bisnis yang lebih terencana. Selain memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok tani, kegiatan ini membantu petani, penyuluh pertanian, dan perguruan tinggi bekerja sama untuk mendukung Pembangunan pertanian berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alteri M.A. Agroecology: the science of natural resource management for poor farmers in marginal environments. Agriculture, Ecosystems & Environment. Volume 93, Issues 1–3, December 2002, Pages 1-24. https://doi.org/10.1016/S0167-8809(02)00085-3

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan Petani: Peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(2), 102-109.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2024). Provinsi Kalimantan Barat dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. https://kalbar.bps.go.id/id/publication/2014/02/28/866d5072b1e2ba6b2e756d07/pro

Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Bengkayang dalam angka 2024. BPS Kabupaten Bengkayang. https://bengkayangkab.bps.go.id

Bernard, T., & Spielman, D. J. (2009). Reaching the rural poor through rural producer organizations? A study of Agricultural marketing coorperatives in ethiopia. World development, 37 (5), 1177-1190. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2008.08.010

Bicksler, A. J., Motet, A., Lucantoni, D., Sy, M. R., & Barrios, E. (2023). The 10 elements of agroecology interconnected: Making them operational in FAO’s work on agroecology Elementa: Science of the Anthropocene, 11(1). https://doi.org/10.1525/elementa.2022.00041

Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) (2023). The State of Food and Agriculture 2023. Rome:FAO.

Food and Agriculture Organization. (2018). The 10 Element of Agroecology: Guiding the transition to sustainable food and agricultural system. FAO. https://www.fao.org/3/i9037en/i9037en.pdf

Hermanto, & Swastika, D. K. S. (2011). Penguatan kelompok tani: Langkah awal peningkatan kesejahteraan petani. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, 9(4), 371-390.

High Level Panel of Experts on Food Security and Nutrition (HPLE). (2019). Agroecological and other innovative approaches for sustainable agriculture and food systems that enhance food security and nutrition (HLPE Report No.14). Committee on world Food Security. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/3/ca5602en/ca5602en.pdf

Kementrian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Pedoman Penguatan Kelembagaan Petani. Jakarta: Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Kementrian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016).

Septiana, S., Alberto, J., & Wahyuni, L. (2026). Pelatihan Manajemen Kelembagaan kelompok Tani di Kecamatan Bengkayang, Kabupaten bengkayang. Jurnal Abdimas Indonesia, 6 (1), 149-155. https://doi.org/10.34697/jai.v6i1.2712

Wezel, A., Gemill-Herren, B., Bezner Kerr, R., Barrios, E., Goncalves, A. L. R., & Sinclair F. (2020). Agroecological principles and elements and their implications for transitioning to sustanaible food systems: A review. Agronomy for sustainable Development, 40, 40. https://doi.org/10.1007/s13593-020-00646-z

Published
2026-07-27
How to Cite
Septiana, S., Alberto, J., & Wahyuni, L. (2026). Penguatan Kelembagaan Petani Berbasis Prinsip Agroekologi untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(3), 1313-1320. https://doi.org/10.34697/jai.v6i3.3997
Section
Articles