Sosialisasi Urgensi Kemampuan Berpikir Kritis Masyarakat Dalam Upaya Menangkal Hoax

  • Ach Nurhamid Awalluddin Insud Lamongan, Indonesia
Keywords: Hoax, Berpikir Kritis, Kapasitas Masyarakat

Abstract

Relatif tidak terkontrolnya infomasi yang beredar pada khalayak ramai, yang membuat suburnya berita bohong yang beredar. Maka kemudian, perlu adanya tindak prefentif untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masyarakat yang begitu mudahnya dihasut hoax, salah satunya adalah dengan pendidikan. Dimana pendidikan berperan dalam mengembangkan literasi media melalui kegiatan yang menekankan aspek sosialisasi, cara mendapatkan, dan memilih program yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya akan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah menyebarkan berita bohong. Adapun metode yang digunakan adalah dengan format ceramah bervariasi, dan demonstrasi. Dari sosialisasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan Berpikir Kritis sangat diperlukan dalam upayah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, selain itu dalam jangka Panjang akan berkontribusi pada peningkatan demokrasi yang sedang kita bangun bersama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Delmana, L. P. (2023). Strategi Penanganan Hoaks Pemilu Melalui Penerapan Smart Contract Logic Serta Sistem Deteksi Hoaks Otomatis. Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 4(2).

Hamdani, Prayitno, & Karyanto. (2019). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Metode Eksperimen. Proceeding Biology Education Conference, 16(1).

Hamzah, R. E., & Putri, C. E. (2020). Mengenal dan Mengantisipasi Hoax di Media Sosial pada Kalangan Pelajar. Jurnal Abdi MOESTOPO, 03(01).

Hendra, R., Guntara, B., Dadang, Sianipar, F. A., & Syaifullah. (2020). Sosialisasi Dampak dan Bahaya Dari Berita Bohong (Hoax) Bagi Generasi Milenial di Indonesia. JAMAIKA: Jurnal Abdi Masyarakat, 1(3).

Janah, I. N., Kusumadewi, R. F., & Ulia, N. (2019). Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa dengan Menggunakan Model Collaborative Learning dengan Pendekatan Open-Ended Berbantuan Media Macroflash 8. Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education, 1(1). https://doi.org/10.21580/square.v1i1.4096

Marwan, M. R., & Prasanti, T. D. (2022). Analisis Penyebaran Berita Hoax Pada Pengguna Media Sosial Berdasarkan Hypodermic Needle Theory. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(05). https://doi.org/10.56127/jukim.v1i05.477

Najemi, A., Munandar, T. I., & Prayudi, A. H. (2021). Bahaya Penyampaian Berita Bohong Melalui Media Soaial. Jurnal Karya Abdi, 5(3).

Rahadi, D. R. (2017). PERILAKU PENGGUNA DAN INFORMASI HOAX DI MEDIA SOSIAL. JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN, 5(1). https://doi.org/10.26905/jmdk.v5i1.1342

Rahardhian, A. (2022). Kajian Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skill) Dari Sudut Pandang Filsafat. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(2). https://doi.org/10.23887/jfi.v5i2.42092

Saputra, H. (2020). Kemampuan Berfikir Kritis Matematis. Perpustakaan IAI Agus Salim Metro Lampung, 2(April).

Wardani, M. M. S. (2017). Manipulasi Bahasa dalam Teror Kabar Bohong (Hoaks). Journal.Usd.Ac.Id, 1(April).

Wasahua, S. (2021). Konsep Pengembangan Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif Peserta Didik di Sekolah Dasar. Horizon Pendidikan, 16(2).

Published
2024-06-30
How to Cite
Awalluddin, A. N. (2024). Sosialisasi Urgensi Kemampuan Berpikir Kritis Masyarakat Dalam Upaya Menangkal Hoax. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(2), 515-523. https://doi.org/10.53769/jai.v4i2.728