Rekonstruksi Ventilasi Rumah Dengan Kasus Tuberculosis (TBC) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Wani

  • Sapriana Sapriana Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu, Indonesia
  • Hanum Sasmita Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu, Indonesia
  • Mustafa Mustafa Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-7108-8239
Keywords: Rekonstruksi, Ventilasi, TB Paru

Abstract

Kejadian tuberculosis berhubungan dengan lingkungan fisik rumah, khususnya luas ventilasi. Hal ini mengindikasikan bahwa tuberculosis dapat dicegah dengan perbaikan/rekonstruksi pada ventilasi. Metode pengabdian yaitu: menetapkan lokasi, rekonstruksi sarana dilaksanakan di desa yang memiliki kasus TB Paru terbanyak, kemudian memilih rumah dengan status kepemilikan rumah sendiri, ada penderita TB paru, dan kooperatif, dan setelah sarana selesai, dievaluasi tentang pemanfaatannya oleh anggota rumah tangga, kemudian di lakukan penyuluhan tentang pentingnya ventilasi. Hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya ventilasi yang memenuhi persyaratan kesehatan dan terlaksananya kegiatan penyuluhan. Kegiatan rekonstrusi ventilasi diharapkan dapat menjadi percontohan ventilasi yang memenuhi persyaratan Kesehatan, dan tingkatkan kegiatan edukasi sehingga dapat mengurangi kasus TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Wani.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditama, W., Sitepu, F. Y., & Saputra, R. (2019). Relationship between Physical Condition of House Environment and the Incidence of Pulmonary Tuberculosis, Aceh, Indonesia. International Journal of Science and Healthcare Research, 4(1), 227.

Bambang, S., Soewati Soewati, S., & Atmosukarto Kusnidar. (2000). Pengaruh Lingkungan Pemukiman dalam Penyebaran Tuberkulosis. Media Litbang Kesehatan.

Dirjen Pencegahan&Pengendalian Penyakit Kemenkes RI. (2022). Laporan Kinerja Laporan Kinerja Laporan Kinerja.

Kepmenkes RI. (1999). Keputusan Menteri Kesehatan No. 829 Tahun 1999 Tentang : Persyaratan Kesehatan Perumahan. (829), 1–4.

Khairani, N., Effendi, S. U., & Izhar, I. (2020). Hubungan Kepadatan Hunian Dan Ventilasi Rumah Dengan Kejadian Tb Paru Pada Pasien Dewasa. Chmk Health Journal, 4(April), 140–148.

Permenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/Menkes/Per/X/2011. , (2011).

Permenkes RI. Permenkes No. 2 Tahun 2023. , Permenkes No. 2 Tahun 2023 § (2023).

Roempoembo, F. Y. Y., & Winarti, E. (2024). Pengaruh Metode Penyuluhan Audiovisual Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Keluarga Dalam Pencegahan Penyakit Tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 1252–1273.

Sabila, M. S., Maywati, S., & Setiyono, A. (2024). Hubungan Faktor Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 20(1), 5–24.

Sutriyawan, A., Nofianti, N., & Halim, Rd. (2022). Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 4(1), 98–105. https://doi.org/10.36590/jika.v4i1.228

UPTD Puskesmas Wani. (2021). Data Program TB Paru, PKM Wani.pdf.

Waella Septamari Budi, Mursid Raharjo, Nurjazuli, & Sri Poerwati. (2024). Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(4), 1012–1018. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i4.5106

Yanti, B., Heriansyah, T., & Riyan, M. (2022). Penyuluhan Dengan Media Audio Visual Dan Metode Ceramah Dapat Meningkatkan Pencegahan Tuberkulosis. Ikesma, 18(3), 171. https://doi.org/10.19184/ikesma.v18i3.27147

Published
2024-09-16
How to Cite
Sapriana, S., Sasmita, H., & Mustafa, M. (2024). Rekonstruksi Ventilasi Rumah Dengan Kasus Tuberculosis (TBC) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Wani. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(3), 950-958. https://doi.org/10.53769/jai.v4i3.750