Edukasi Seksual Pada Remaja Dalam Mengahadapi Kesehatan Reproduksi
Abstract
Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi kesehatan yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, yang kesiapannya dimulai sejak usia remaja ditandai oleh haid pertama kali pada remaja perempuan atau mimpi basah bagi remaja laki-laki. Kesehatan reproduksi remaja meliputi fungsi, proses, dan sistem reproduksi remaja. Sehat yang dimaksudkan tidak hanya semata-mata bebas dari penyakit atau dari cacat saja, tetapi juga sehat baik fisik, mental maupun social. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan. Sasaran dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu remaja SMAN 47 Jakarta. Metode pengabdian dilakukan dengan beberapa tahap (1) pre-test (2) pemaparan materi tentang kesehatan reproduksi remaja (3) post-test setelah pemberian edukasi. Hasil uji wilcoxon menunjukan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahun remaja di SMAN 47 jakarta, terbukti dari perbedaan yang signifikan antara pretest dan post test (Asymp. Sig bernilai 0,000 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh pemberian edukasi terjadap peningkatan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini, para remaja dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi dan menurunkan kejadian penyakit yang disebabkan oleh masalah reproduksi.
Downloads
References
Anggraini, K., Lubis, R., & Azzahroh, P. (2022). PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA AWAL TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI. Jurnal Menara Medika, 5(1). https://doi.org/2723-6862
Basri, A. I., Prasetyo, A., Astiti, Y. D., & Tisya, V. A. (2021). Peningkatan kesadaran dan kognitif remaja Dusun Sidorejo RT 06 Ngestiharjo Kasihan Bantul melalui edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dampak pergaulan bebas berbasis pedagogis. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 17(2), 220–232. https://doi.org/10.20414/transformasi.v17i2.3900
Hurlock, Elizabeth, B. (1999). Psikologi Perkembangan: “Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan” (Terjemahan Istiwidayanti & Soedjarwo). Erlangga.
Husaini, H., Panghiyangani, R., & Saputra, M. (2017). Pengaruh Penyuluhan HIV/AIDS terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang HIV/ AIDS Mahasiswi Akademi Kebidanan Banjarbaru Tahun 2016. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(1), 11–16. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i1.5787.11-16
Kemenkes RI. (2018). Pentingnya Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi. In tanggal 13 Desember 2020.
Mareti, S., & Nurasa, I. (2022). Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Di Kota Pangkalpinang. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 9(2), 25–32. https://doi.org/10.32539/jks.v9i2.154
Mbaloto, F. R., Purwaningsih, D. F., & HS, M. (2020). Penyuluhan Kesehatan Tentang Seks Bebas Pada Remaja SMP Negeri 4 Sigi. Jurnal Abdidas, 1(4), 228–233. https://doi.org/10.31004/abdidas.v1i4.51
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta.
Pusdatin Kemenkes RI. (2014). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja.
Wahyuningsih, S. (2019). Asuhan Keperawatan Post Partum (1st ed.). DEEPUBLISH.
Wani Damanik, D., Saragih, J., & Ramayanti Purba, E. (2023). Edukasi Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di Dusun I Manik Hataran Simalungun. Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 118–123. https://doi.org/10.51771/jukeshum.v3i1.487
World Health Organization. (2022). Strategic Guidance on Accelerating Actions for Adolescent Health in South-East Asia Region (2018–2022). World Health Organization. Regional Office for South-East Asia, September 2018.
Yunika, R. P., Umboro, R. O., Apriliany, F., & Al Fariqi, M. Z. (2023). Konseling, Informasi, Dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja. Jurnal LENTERA, 2(2), 205–212. https://doi.org/10.57267/lentera.v2i2.195
Yusuf adi saputra, anggraini dwi kurnia, nur aini. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap upaya remaja untuk menurunkan nyeri saat menstruasi (dismenore primer). Jurnal Kesehatan Reproduksi, 7(3), 172-. https://doi.org/10.22146/jkr.55433

