Pelatihan Pemanfaatan Batang Lotus Sebagai Bahan Pangan Fungsional Pada Produk Tonjong Chips (Tonjchips) di Desa Bontolangkasa Selatan Kabupaten Gowa

  • Andi Sukainah Program Studi Pendidikan Teknologi Pertnian, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia
  • Nur Rahmah Program Studi Pendidikan Teknologi Pertnian, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia
  • Sukarman B Pendidikan Seni Rupa, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia
  • Andi Kasirang Program Studi Agribisnis, Universitas Islam Makassar, Makassar, Indonesia
Keywords: Lotus, pelatihan, Tonjchips

Abstract

Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdi universitas Negeri Makassar merupakan wujud dari program Pemberdayaan masyarakat skema pemberdayaan berbasis wilayah. Pelatihan yang dilakukan merupakan ide dari pemanfaatan potensi berupa teratai sebagai bahan pangan fungsional pada produk tonjong cips. Tujuan pelatihan ini yaitu menambah wawasan serta keterampilan anggota KWT Balang Tonjong dalam mengolah lotus menjadi produk yang bernilai jual dan menjadi produk khas Desa Bontolangkasa Selatan. Kegitan pelatihan ini dilaksanakan di Dusun Talamangape Desa Bontolangkasa Selatan Kabupaten Gowa yang juga sebagai mitra lokasi pada kegiatan ini. Selanjutnya, pelatihan ini melibatkan mitra sasaran yakni KWT Balang Tonjong yang beranggotakan sebanyak 20 orang. Tahapan pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdi meliputi tahapan pembuatan Tonjong Chips, kemudian melakukan pengemasan produk dan yang terakhir adalah pelatihan terkait bagaimana membranding produk Tonjchips sehingga memjadi produk khas Desa Bontolangkasa Selatan yang dapat bernilai jual. Selain itu, penggunaan batang lotus sebagai upaya pemanfaatan pangan fungsional pada pembuatan produk Tonjong Chips sangat berpengaruh baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. Pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan pengolahan produk Tonjchips kepada KWT Balang Tonjong merupakan sebuah ide dalam membuka peluang bisnis yang dapat bernilai ekonomis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dr. Jyoti, D. V., & Padma, S. 2016. An Insight Into Organoleptic Analysis Of A Novel Product Developed From Lotus Stem. International Journal of Food Science and Nutrition, ISSN: 2455-4898, Impact Factor: RJIF 5.14.

Hembing, W.K. 1998. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia IV. Pustaka Kartini. Jakarta.

Kolar, F. N., Pawar, G., & Dixit. 2011. Induced Chlorophyll Mutations In Delphinium Malabaricium (Huth) Munz. J. Appl. Hort. 13, hal. 18-24.

Muslim. 2012. Perikanan Rawa Lebak Lebung Sumatera Selatan. Palembang: Unsri Press.

Ogle, B. M., Mulokozi, G. & Hambraeus, L. 2001. Micronutrient Composition And Nutritional Importance Of Gathered Vegetables In Vietnam. International Journal of Food Science and Nutrition, 52(3), hal. 485-499.

Sayuti, K., & Rina, Y. 2015. Antioksidan Alami dan Sintetik. Andalas Univesity Press. Padang.

Zhu, M., Liu, T., Zhang, C., & Guo, M. 2017. Flavonoids of Lotus (Nelumbo nucifera) Seed Embryos and Their Antioxidant Potential. Journal of Food Science, 82(8), hal. 1834–1841.

Published
2024-12-09
How to Cite
Sukainah, A., Rahmah, N., B, S., & Kasirang, A. (2024). Pelatihan Pemanfaatan Batang Lotus Sebagai Bahan Pangan Fungsional Pada Produk Tonjong Chips (Tonjchips) di Desa Bontolangkasa Selatan Kabupaten Gowa. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(4), 1605-1611. https://doi.org/10.53769/jai.v4i4.985