Tradisi Membuat Cipi’ dan Sapu Lidi Menyambut Bulan Muharram bagi Masyrakat Suku Mandar di Kecamatan Campalagian, Desa Lematto, Sulbar (Tinjauan Semiotik)

  • Nurul Fitrah Yani Politeknik LP3I Makassar
Keywords: Tradisi Membuat Cipi dan Sapu Lidi,  Suku Mandar, Semiotik

Abstract

Penelitian ini  diharapkan mampu memberi gambaran kepada masyarakat mengenai tradisi membuat cipi’ dan sapu lidi menyambut bulan muharram bagi masyarakat suku Mandar. Pada penelitian ini kita akan memfokuskan pembahasan pada semiotik.  Lokasi penelitian di Desa Lematto Kecamatan Campalagian, Sulawesi Barat. Sumber data terdiri dari dua sumber data, data primer, yaitu data berupa Makna tradisi membuat cipi’ dan sapu lidi bagi  masyarakat suku mandar. Data sekunder, yaitu data tambahan yang diperoleh dari buku-buku dan wawancara dengan masyarakat sekitar yang berkaitan dan mendukung penelitian ini. Durasi penelitian selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi membuat cipi’ dan sapu lidi menyambut bulan muharram bagi masyarakat suku Mandar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan referensi budaya pada masyarakat suku Mandar, Sulawesi Barat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hoed Benny. 2008 Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu

Peursen, Van. 1976. Strategi Kebudayaan Jakarta: Kanisus

Mattulada. (1985). Latoa: Satu Lukisan Analitis Terhadap Antropologi-Politik. Makassar: LEPHAS.

Saleh, Firman. (2012). Skripsi: Bentuk dan Makna Isi Walasuji dalam Pesta Perkawinan Masyarakat Bugis. Sidrap. Universitas Hasanuddin.

Sudjiman, Panuti.1992. Serba-Serbi Semiotika.. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

KBBI. 2002. Edisi Ketiga.Cetakan 3.Jakarta:Balai Pustaka

Konradus, Danggur. 2018. Kearifan Lokal Terbonsai Arus Globalisasi: Kajian Terhadap Eksistensi Msyarakat Hukum Adat”.Masalah - Masalah Hukum, Jilid 47 No. 1,hal : 81-88

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan Mentalis dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (1965). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Penerbit Universitas.

Koentjaraningrat. (1993). Metode Penelitian Masyarakat.Jakarta.PT Gramedia Pustaka Utama .

Sukmayadi, Trisna. (2018). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pandangan Hidup Masyarakat Adat Kampung Kuta”.Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan.JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 3, No. 1, Januari ISSN 2527-7057 (Electronic), ISSN 2545-2683 (Print)

Published
2021-12-29
How to Cite
Nurul Fitrah Yani. (2021). Tradisi Membuat Cipi’ dan Sapu Lidi Menyambut Bulan Muharram bagi Masyrakat Suku Mandar di Kecamatan Campalagian, Desa Lematto, Sulbar (Tinjauan Semiotik). DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 1(2), 143-147. https://doi.org/10.53769/deiktis.v1i2.140
Section
Articles