Variasi Posisi dan Fungsi Morfem "Og" dalam Komunikasi Digital Generasi Z di Jawa Timur

  • Dinni Resky Lia Agustin Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Nadine Hawra Fitriazzahra Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Angela Islamica Widya Surgawa Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Mulyono Mulyono Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Hari Kusmanto Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
Keywords: morfem og, morfologi, generasi Z, bahasa Jawa Timur, komunikasi digital

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan posisi dan peran morfem "og" dalam komunikasi digital generasi Z di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah percakapan yang mengandung morfem "og" yang terjadi di aplikasi WhatsApp. Data dikumpulkan dengan cara mendokumentasikan, lalu diklasifikasikan sesuai dengan posisi kemunculannya dan dianalisis menggunakan studi morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfem "og" bisa muncul di berbagai tempat, yaitu di awal, tengah, dan akhir kalimat. Dari 40 data yang ditemukan, penggunaan pada posisi akhir paling banyak dengan persentase 62,5%, diikuti oleh posisi tengah 32,5%, dan posisi awal hanya 5%. Secara morfologis, "og" tidak berfungsi sebagai afiks yang mengubah bentuk, kelas kata, atau makna dari kata dasar. Morfem ini sebaiknya dianggap sebagai morfem setengah bebas yang fungsinya adalah untuk memperkuat makna dari apa yang diucapkan. Menurut fungsinya, "og" di awal berfungsi untuk menarik perhatian dan menekankan emosi, di tengah berfungsi sebagai tanda untuk menonjolkan informasi tertentu, dan di akhir berfungsi untuk menegaskan kepastian atau kebenaran dari apa yang diucapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian morfem "og" adalah suatu bentuk inovasi dalam bahasa yang mencerminkan cara berkomunikasi generasi Z yang ekspresif, fleksibel, dan sesuai dengan konteks di dunia digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chaer, A. (2015). Morfologi bahasa Indonesia (Pendekatan proses). Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dia, R., Finata, D., & Noviyanti, S. (2023). Peran dan fungsi bahasa dalam kehidupan manusia di era Industri 4.0. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 11124–11133. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.37414

Fadilllah, A. (2023). Penggunaan partikel beh dalam bahasa Jawa di Ponorogo. Hasta Wiyata, 6(2).

Fitriah, L., Santoso, A., & Taufiqurrahman, F. (2023). Proses fonologis bahasa gaul generasi ‘Z’ di sosial media (Analisis fonologi generatif). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 80–88.

Hamu, S., & Rosalinah, Y. (2024). An analysis of Gen Z’s digital slang: Patterns from TikTok comment sections. IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature. https://doi.org/10.24256/ideas.v12i2.5911

Hani, W., Ari, A., & Hermansyah, D. (2016). Analisis perbandingan partikel akhir kalimat bahasa Jepang dan bahasa Indonesia berdasarkan teori teritori informasi. In Proceeding Internasional Seminar Prasasti III (pp. 345–349). Universitas Sebelas Maret Surakarta. http://repository.unsada.ac.id/cgi/oai2

Imamura, K., Izumi, T., Sadamitsu, K., Kuniko, S., Kobashikawa, S., & Masataki, H. (2011). Morpheme conversion for connecting speech recognizer and language analyzers in unsegmented languages. In Proceedings of Interspeech 2011 (pp. 1405–1408). International Speech Communication Association. https://www.isca-archive.org/interspeech_2011/imamura11_interspeech.html

Imbang, D., Korompis, F. L. S., Pua, C., Palit, A., & Mogi, A. C. (2025). Analisis kontrastif infiksasi bahasa Tombulu dan bahasa Indonesia: Sebuah tinjauan morfosintaksis. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(2), 1844–1851. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5606

Kalsum, U., & Akhir, M. (2022). Afiksasi bahasa Indonesia dalam ragam bahasa prokem di media sosial Instagram: Kajian morfologi. Jurnal Konsepsi, 11(1), 158–166. https://www.p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/183

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik. PT Gramedia Pustaka Utama.

Kurniasih, U., Halisya, N., Azizah, S., & Meilia, F. N. (2023). Analisis fungsi dan makna penggunaan partikel dalam tuturan masyarakat Pekalongan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 8(2), 123–131. https://doi.org/10.21107/metalingua.v8i2.21174

Nasution, N. H. A., Siregar, A. A., & Saputra, R. (2026). Pergeseran dan pemertahanan ragam bahasa Indonesia di era digital. Jurnal Ilmiah Nusantara, 3(2), 33–43. https://doi.org/10.61722/jinu.v3i2.8290

Nazira, M. (2018). Morfem bahasa Melayu Riau dialek Siak di Desa Rempak Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak Provinsi Riau. GERAM, 6(1), 62–71. https://doi.org/10.25299/geram.2018.1798

Nurjanah, A. F., Yosani, Y. M. A., & Ginanjar, B. (2022). Afiks nge- pada media sosial Twitter. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 15(2), 239–248. https://journal.um-surabaya.ac.id/Stilistika/article/view/11111

Rumilah, S., & Cahyani, I. (2020). Struktur bahasa: Pembentukan kata dan morfem sebagai proses morfemis dan morfofonemik dalam bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(1), 70–87.

Sholihah, R. A. (2025). Variasi morfologi bahasa Jawa Ponorogo: Afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan dalam konteks sosiolinguistik. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), 23(23). https://doi.org/10.25170/kolita.v23i23.7173

Simpen, I. W. (2021). Morfologi: Kajian proses pembentukan kata. Bumi Aksara.

Siregar, U. A., Silvi, N., Hasibuan, W., & Rambe, N. F. (2023). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Jurnal Hata Poda, 2(2), 95–104. https://doi.org/10.24952/hatapoda.v2i2.10535

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sumarsono. (2017). Sosiolinguistik. Pustaka Pelajar.

Susanti, H. (2023). Fungsi partikel dalam bahasa Jawa dialek Pacitan. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 6(2), 162–167. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v6i2.3667

Wahidin, S., Lembah, G., & Kangiden, N. (2017). Afiks pembentuk verba bahasa Tialo. BAHASANTODEA, 5, 15.

Yule, G. (2014). Pragmatik. Pustaka Pelajar.

Published
2026-09-30
How to Cite
Agustin, D. R. L., Fitriazzahra, N. H., Surgawa, A. I. W., Mulyono, M., & Kusmanto, H. (2026). Variasi Posisi dan Fungsi Morfem "Og" dalam Komunikasi Digital Generasi Z di Jawa Timur. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 4298-4307. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.3798
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)