Analisis Wacana Ekolinguistik terhadap Representasi Frasa Pro-Lingkungan dan Eksploitatif dalam Berita “Ledakan Ikan Sapu-Sapu, Alarm Ekologi Kerusakan Lingkungan”

  • Ela Emayusnita Sirait Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Fadilla Aura Ramadani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Jiwana Nurinsani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Kristin Dwi Amsari Pasaribu Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Erfriani Sekar Talenta Simangunsong Universitas Negeri Medan, Indonesia
Keywords: ekolinguistik, analisis wacana, pro-lingkungan, eksploitatif, media massa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi frasa yang bernuansa pro-lingkungan dan eksploitatif dalam berita berjudul “Ledakan Ikan Sapu-Sapu, Alarm Ekologi Kerusakan Lingkungan” dengan menggunakan perspektif ekolinguistik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis wacana ekolinguistik. Data penelitian berasal dari teks berita daring yang membahas fenomena meningkatnya populasi ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif di perairan Indonesia. Data yang dianalisis mencakup kata, frasa, klausa, dan kalimat yang merepresentasikan wacana pro-lingkungan maupun eksploitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak-catat, sedangkan analisisnya mencakup proses identifikasi, pengelompokan, dan penafsiran bentuk-bentuk wacana berdasarkan pendekatan ekolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kecenderungan wacana dalam teks berita tersebut, yaitu wacana pro-lingkungan (ekosentris) dan wacana eksploitatif (antroposentris). Wacana ekosentris tampak melalui penggunaan frasa seperti “alarm ekologi”, “pelestarian keanekaragaman hayati”, dan “merehabilitasi perairan sungai” yang menegaskan pentingnya kesadaran serta upaya pelestarian lingkungan. Sebaliknya, wacana eksploitatif terlihat pada frasa seperti “menguasai ruang dan makanan”, “memiliki nilai ekonomi”, serta “pengolahan menjadi pupuk dan pakan ternak” yang memperlihatkan pandangan manusia terhadap alam sebagai objek yang dapat dikendalikan dan dimanfaatkan secara ekonomi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa dalam media massa memiliki peranan penting dalam membentuk perspektif masyarakat terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan penggunaan bahasa yang lebih ekologis dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan perlu terus dilakukan dalam pemberitaan media.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alexander, R. (2022). Framing the Ecological Crisis: Language and Environmental Journalism. Jurnal Bahasa dan Ekologi, 14(2), 88–104.

Ardianto, D., & Fatimah, S. (2022). Metafora Ekonomistik dalam Pemberitaan Kerusakan Terumbu Karang: Sebuah Kajian Ekolinguistik. Jurnal Linguistik Indonesia, 40(1), 45–62.

Burhanuddin, A.I., Pagalay, B., & Djawad, M.I. (2023). Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys: Loricariidae), Taksonomibio-Ekofisiologi dan Nilai Ekonomis. Yogyakarta: Deepublish Digital.

Cahyono, B., & Puspitasari, R. (2023). Frasa Eksploitatif dalam Wacana Bencana Banjir di Media Online Indonesia: Perspektif Ekolinguistik. Jurnal Wacana dan Bahasa, 11(2), 120–138.

Darmastuti, R., & Wibowo, A. (2022). Ideologi Tersembunyi dalam Pemberitaan Lingkungan: Analisis Wacana Kritis Media Daring Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Media, 6(1), 33–50.

Fill, A. (2022). Ecolinguistics: Language, Ecology and the Stories We Live by Revisited. Language & Ecology, 23(1), 1–18.

Kusuma, D., & Rachman, A. (2023). Dinamika Populasi Pterygoplichthys Spp. sebagai Bioindikator Pencemaran Perairan Sungai di Jawa. Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 211–225.

Maulida, N., & Priyatna, A. (2024). Adaptasi Kerangka Ekolinguistik Stibbe dalam Konteks Jurnalisme Lokal Indonesia. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 9(1), 56–74.

Nugroho, A., & Handayani, T. (2021). Ambiguitas Representasi Spesies Invasif dalam Media Massa Indonesia. Jurnal Ekologi dan Lingkungan Hidup, 3(2), 78–94.

Pennycook, A. (2021). Critical Applied Linguistics: a Critical Re-Introduction (2nd ed.). Routledge.

Prasetyo, H., & Widodo, S. (2024). Peningkatan Kuantitatif Liputan Lingkungan tanpa Kualitas Analisis: Kritik atas Jurnalisme Ekologi Indonesia. Jurnal Media aan Komunikasi Lingkungan, 5(1), 22–40.

Puspitasari, E., & Kurniawan, B. (2022). Framing Sensasional Bencana Ekologis aan Implikasinya terhadap Kesadaran Publik. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 20(2), 101–118.

Rahardi, R. K. (2022). Pragmatik ekologi: Kajian bahasa dan lingkungan. Yogyakarta: Amara Books.

Richardson, J. E. (2022). Analysing Newspapers: an Approach from Critical Discourse Analysis (2nd ed.). Bloomsbury Academic.

Santoso, R., & Lingga, P. (2023). Narasi Gradual Krisis: Mengapa Media Lambat Merespons Ancaman Spesies Invasif Akuatik. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 8(2), 64–79.

Sari, K. I., Wismanto, A., & Budiawan, R. Y. S. (2022). Karakteristik Bahasa Jurnalistik dalam Berita Utama Surat Kabar Suara Merdeka Tahun 2021. Sasindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1).

Sibarani, R. (2022). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Stibbe, A. (2021). Ecolinguistics: Language, Ecology and The Stories We Live By (2nd Ed.). Routledge.

Suryadi, T., & Hakim, L. (2023). Jurnalisme Reaktif dan Krisis Ekologi: Analisis Pemberitaan Lingkungan di Media Daring Indonesia 2020–2023. Jurnal Pers dan Komunikasi, 10(1), 45–63.

Suwandi, S. (2023). Bahasa, lingkungan, dan perspektif ekolinguistik dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(2), 145–156.

Trampe, W. (2021). Language, Ecology, and Ideology: a Critical Perspective on Ecolinguistic Analysis. Ekologi Bahasa dan Wacana, 5(1), 10–27.

Van Dijk, T. A. (2021). Antiracist Discourse: Theory and History of a Macromovement. Cambridge University Press.

Waruwu, M. (2024). Pendekatan penelitian kualitatif: Konsep, prosedur, kelebihan dan peran di bidang pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198-211.

Wibowo Setyaningsih, D., A., & Krisanjaya, I. (2024). Frasa Pro-Lingkungan dan Anti-Lingkungan dalam Editorial Kebakaran Hutan: Kajian Ekolinguistik Surat Kabar Nasional Indonesia. Jurnal Linguistik Terapan, 14(1), 88–107.

Yulinda, V. R., Reza, F. A., & Fitriani, A. (2024). Membuat tempat lebih baik: Kesadaran lingkungan dan place attachment dengan perilaku pro lingkungan. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 16058–16071.

Published
2026-06-20
How to Cite
Sirait, E. E., Ramadani, F. A., Nurinsani, J., Pasaribu, K. D. A., & Simangunsong, E. S. T. (2026). Analisis Wacana Ekolinguistik terhadap Representasi Frasa Pro-Lingkungan dan Eksploitatif dalam Berita “Ledakan Ikan Sapu-Sapu, Alarm Ekologi Kerusakan Lingkungan”. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(2), 2617-2627. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i2.3877
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)