Konstruksi Makna Ekologis dalam Novel Puya ke Puya Karya Faisal Oddang: Kajian Lawrence Buell

  • Vanesa Vanesa Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Juanda Juanda Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Filawati Filawati Universitas Negeri Makassar, Indonesia
Keywords: Ekokritik Buell, makna ekologis, novel

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh relasi manusia dan alam tidak hanya bersifat fisik, tetapi mengandung makna sombolik dan spiritual yang membentuk kesakralan alam dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi makna ekologis dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang menggunakan pendekatan ekokritik Lawrence Buell berdasarkan dua aspek utama yang akan dianalisis adalah non-human presence dipandang bukan sekadar latar, melainkan memiliki peran dalam pembentukan makna. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan sumber data utama berupa novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang terbitan tahun 2016, dengan referensi pendukung dari buku dan jurnal ilmiah. Data dikumpulkan melalui Teknik baca dan catat, serta dianalisis melalui tahap reduksi, klasifikasi data, dan penarikan simbulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konstruksi makna ekologis terlihat pada non-human melalui simbol-simbol dan narasi mitos dalam masyarakat adat Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang, sehingga terdapat relasi timbal-balik antara manusia dan alam dalam perwujudan adat di masyarakat Toraja. Kebaruan pada penelitian ini agar dapat mengungkapkan makna ekologis melalui simbol alam yang terselubung pada novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggrini, A. S., Putra, I. N. D., & Putra, J. N. I. (2025). Keseimbangan alam dalam novel Anak Mata dan Manusia Laut karya Okky Madasari. Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 11(1), 141–150.

Andini, N. M. D. (2026). Transformasi sakralitas dan pelaksanaan tradisi Ngerebeg di Desa Adat Sembung Sobangan. Jurnal Anamika, 1(1), 1–19.

Efendi, A. N. (2026). Dimensi ekologis dalam cerita rakyat Madura: Kajian ekokritik, strukturalisme, dan kearifan lokal. UIN Madura Press.

Febrianti, S. F., & Efendi, A. N. (2025). Nilai ekologis alam dalam novel Hujan karya Tere Liye: Kajian perspektif Lawrence Buell. Jurnal Ilmiah FONEMA, 8(2), 587–599. https://doi.org/10.25139/fn.v8i2.10568 eJournal Unitomo

Juanda, J. (2025). Ping! A message from Borneo: Sebuah lensa ekokritis pada hubungan manusia dengan lingkungan. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 333–350.

Kamal, N. I. M. A., Safian, N. L., & Sanadi, A. H. M. (2025). Interaksi alam dengan manusia menurut perspektif ekokritik dalam puisi Perang Ka'ab bin Malik [The interaction between nature and humans from the perspective of ecocriticism in the war poetry of Ka'ab bin Malik]. BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences, 8(2), 300–314.

Kamuri, P. A., Malo, F. M., & Mone, Y. R. (2025). Makna tuturan ritual Marapu Wano sebagai sistem nilai ekologis, religius, dan sosial pada masyarakat Tana Righu di Sumba Barat. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 7(2), 700–712. https://doi.org/10.37364/jireh.v7i2.312

Khoerunnisa, N., Suryanto, E., & Waluyo, B. (2024). Kritik ekologi dalam antologi puisi Kekasih Teluk karya Saras Dewi: Analisis teori Lawrence Buell sebagai alternatif materi ajar mengidentifikasi makna puisi yang dibaca untuk siswa SMA. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 993–1009. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3423

Mandiri, K. W. P., Feliyanti, R., Rahayu, A. D., Putri, S. R. W., Rizky, A. F., Anggraeni, H. A. W., & Viraningsih, A. (2025). Representasi relasi manusia dan alam dalam naskah drama Di Bawah Bayang-Bayang Pohon Bakau karya Wahyudin. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 13(2), 338–352.

Nakti, E. K. M., & Wirawan, A. K. (2025). Representasi alam dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk serta peranannya sebagai ruang pembelajaran ekologis. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 4(2), 124–143. https://doi.org/10.21776/ub.jcerdik.2025.004.02.09.124

Nur, D. A., Juanda, J., Saguni, S. S., & Afandi, I. (2024). Relasi antartokoh dan lingkungan alam dalam novel Serdadu Pantai karya Laode Insan: Kajian ekokritik Glotfelty. Indonesia: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(3), 440–449. https://doi.org/10.59562/indonesia.v5i3.66157 UNM OJS

Ramadhan, Z. F., Juanda, J., & Agussalim Aj, A. (2023). Narasi ekologi bahari dalam Pemanggil Kematian karya Jemmy Piran: Kajian ekokritik Buell. SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 5(1), 40–62. https://doi.org/10.15642/suluk.2023.5.1.40-62 Garuda Kemdikti Saintek

Ridwan, A. M., & Ribawati, E. (2025). Relasi sakral antara manusia dan alam: Kajian kosmologi hutan dalam kehidupan suku Dayak. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 9(9), 31–40.

Sena, M. B., & Oktafiani, T. U. (2026). Dekonstruksi relasi manusia dan alam dalam buku Bumi yang Tak Dapat Dihuni: Perspektif Michel Foucault. Jurnal Bastra, 10(3), 923–929.

Published
2026-09-30
How to Cite
Vanesa, V., Juanda, J., & Filawati, F. (2026). Konstruksi Makna Ekologis dalam Novel Puya ke Puya Karya Faisal Oddang: Kajian Lawrence Buell. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 4482-4491. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.3889
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>