Strategi Eufemisasi dalam Wacana Penutupan Program Studi oleh Kemendiktisaintek: Analisis Wacana Kritis Fairclough

  • Iwan Wahyudi Universitas Islam Malang
  • Hasan Busri Universitas Islam Malang
  • Sifa Yunita Sari Universitas Islam Malang
Keywords: eufemisasi; analisis wacana kritis; Fairclough; kebijakan pendidikan tinggi; penutupan program studi

Abstract

Kebijakan penataan dan penutupan program studi (prodi) yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sepanjang April-Juni 2026 memunculkan pertautan menarik antara bahasa dan kekuasaan dalam wacana kebijakan pendidikan tinggi Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi eufemisasi yang digunakan pejabat Kemendiktisaintek dalam mengonstruksi wacana penutupan prodi, serta menjelaskan cara kerja strategi tersebut pada tataran teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural sebagaimana kerangka analisis wacana kritis (AWK) Norman Fairclough. Data penelitian berupa tuturan pejabat Kemendiktisaintek (Sekretaris Jenderal dan Menteri) serta siaran pers resmi yang dipublikasikan media daring nasional pada periode April-Juni 2026, dianalisis secara kualitatif-deskriptif dengan teknik simak-catat dan analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi eufemisasi utama, yaitu (1) substitusi leksikal, terutama penggantian kata “penutupan” dengan “penataan” dan “transformasi”; (2) pergeseran agensi dan pertanggungjawaban melalui konstruksi pasif serta pelimpahan sumber keputusan kepada “badan penyelenggara”; (3) pelunakan modalitas melalui leksia “opsi terakhir”, “kerelaan hati”, dan penanda ketaktentuan seperti “mungkin”; serta (4) legitimasi melalui wacana kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Pada tataran praktik wacana, teks yang dikaji menunjukkan intertekstualitas dengan wacana developmentalisme dan kebekerjaan (employability); pada tataran praktik sosiokultural, eufemisasi berfungsi meredam resistansi publik dan akademisi terhadap kebijakan yang berpotensi mengancam otonomi keilmuan dan mata pencaharian sivitas akademika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eufemisasi dalam wacana birokrasi pendidikan tinggi bukan semata gaya berbahasa, melainkan strategi ideologis untuk mengelola penerimaan publik atas kebijakan yang berpotensi kontroversial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, N. (2026, Mei 6). Ketentuan tutup prodi kampus-kampus Indonesia, universitas juga punya regulasi. Detikcom. https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8464967/ketentuan-tutup-prodi-kampus-kampus-indonesia-universitas-juga-punya-regulasi

Allan, K., & Burridge, K. (1991). Euphemism and dysphemism: Language used as shield and weapon. Oxford University Press.

Dunia Dosen. (2026, Mei 7). Wacana penutupan program studi oleh Kemendiktisaintek. https://duniadosen.com/informasi/wacana-penutupan-program-studi-oleh-kemendiktisaintek/

Eriyanto. (2001). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS.

Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman Group Limited.

GEBRAK.ID. (2026, Juni 3). Mengejutkan! 122 prodi ditutup sepanjang 2026, Kemdiktisaintek pastikan tak ada jurusan pendidikan. https://www.gebrak.id/2026/06/mengejutkan-122-prodi-ditutup-sepanjang.html

GoodStats Data. (2026, Juni 5). Top 8 prodi yang diusulkan ditutup pada 2026, ada apa saja? https://data.goodstats.id/statistic/top-8-prodi-yang-diusulkan-ditutup-pada-2026-ada-apa-saja-yLofn

Hajrah, H., Jufri, J., & Dalle, A. (2024). Representasi kekuasaan dalam teks pidato Presiden Joko Widodo: AWK Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(3), 2472–2483. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3858

IDXChannel. (2026, Juni 2). Sejumlah program studi perguruan tinggi ditutup, begini penjelasan Mendiktisaintek. https://www.idxchannel.com/news/sejumlah-program-studi-perguruan-tinggi-ditutup-begini-penjelasan-mendiktisaintek

Infobanknews. (2026, April 27). Kemendiktisaintek akan tutup prodi tak relevan, keguruan masuk radar. https://infobanknews.com/kemendiktisaintek-akan-tutup-prodi-tak-relevan-keguruan-masuk-radar

Infonasional. (2026, April 27). Kemendiktisaintek berencana tutup program studi tidak relevan. https://www.infonasional.com/kemendiktisaintek-tutup-prodi-tidak-relevan

Kemendiktisaintek. (2026). Siaran pers Nomor 196/Sipers/IV/2026 tentang penataan program studi.

Mulyasari, T., & Sirulhaq, A. (2020). Penggunaan eufemisme dalam harian Kompas rubrik politik dan hukum. Jurnal Bahasa dan Sastra, 3, 80–88.

Purba, A. (2024). Analisis wacana kritis Fairclough dalam teks iklan Sprite 2024. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 2185–2191.

Sari, W. P., Setyonegoro, A., & Priyanto. (2025). Analisis wacana kritis Norman Fairclough pada pemberitaan internasionalisasi bahasa Indonesia di media Antaranews.com. Jurnal Pendidikan Bahasa.

Tempo. (2026a, April 25). Kemendikti akan tutup prodi yang tak relevan dengan industri. https://www.tempo.co/politik/kemendikti-akan-tutup-prodi-yang-tak-relevan-dengan-industri-2131624

Tempo. (2026b, April 28). Penjelasan Kemendikti soal wacana penutupan prodi. https://www.tempo.co/politik/penjelaskan-kemendikti-soal-wacana-penutupan-prodi-2132180

Yulianti, C. (2026). Kemdiktisaintek bakal tutup sejumlah prodi tak relevan, pakar soroti risiko. Detikcom.

Published
2026-08-04
How to Cite
Iwan Wahyudi, Hasan Busri, & Sifa Yunita Sari. (2026). Strategi Eufemisasi dalam Wacana Penutupan Program Studi oleh Kemendiktisaintek: Analisis Wacana Kritis Fairclough. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3532-3540. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.4201
Section
Articles