Pemerolehan “Barata” (Bahasa Ujaran Satu Dua Kata) Anak Usia 2 Tahun

  • Muhammad Nurahmad Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Arifuddin Arifuddin Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Muh. Ali Imran Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Desy Ayu Andhira Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: Ujaran, Fonologi, Semantik

Abstract

Penelitian yang digunakan adalah penelitian menggunakan metode simak yang dijabarkan dalam wujud teknik berupa teknik dasar yaitu teknik sadap, yakni mengamati ujaran anak usia 2 tahun yang sudah ditetapkan menjadi responden. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian, digunakan beberapa teknik yaitu teknik dekumentasi, klasifikasi, dan introspeksi. Sedangkan teknik analisis datanya dalam penelitian ini adalah model analisis mengalir atau flow model of analisis. Berdasarkan data dan pembahasan yang dilakukakn dalam penelitian ini, anak yang berumur dua tahun empat bulan ujaran yang dihasilkan berupa ujaran satu kata dan ujaran dua kata yang terdiri atas empat fungsi ujaran yakni pernyataan, pertanyaan, memberi informasi, dan permintaan. Anak umur sekian mula-mula hanya memakai ujaran satu kata, kemudian ujarannya meningkat menjadi ujaran dua kata, Ujaran yang dihasilkan anak umur dua tahun empat bulan dari minggu pertama hingga minggu kedua terus mengalami grafik peningkatan yang mulanya ujarannya didominasi ujaran satu kata pada akhirnya didominasi oleh ujaran dua kata. Kata bagi anak sebenarnya adalah kalimat penuh, tetapi karena belum dapat mengatakan lebih dari satu kata, maka anak hanya mengambil satu kata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alaimo, S. (2016). Exposed: Environmental Politics and Pleasures in Posthuman Times. Minneapolis: University of Minnesota Press.

Alaimo, S. (2020). New Materialisms and Feminist Environmental Humanities. Environmental Humanities, 12(1), 141–156. https://doi.org/10.1215/22011919-8179672

Azzahra, S. M., & Prihatin, D. (2023). Pemberdayaan Perempuan dalam Perspektif Ekofeminisme: Studi Kasus Bank Sampah Wirosaban Mandiri di Kota Yogyakarta. JISPO: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 14(2), 123–138. https://doi.org/10.15575/jispo.v14i2.30975

Braidotti, R. (2022). Posthuman Feminism. Cambridge: Polity Press.

Dobson, A. (2022). Environmental Imagination in Contemporary Literature. Oxford: Oxford University Press.

Faisal. (2023). Isu Gender dan Lingkungan dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala: Satu Tinjauan Ekofeminisme Karren J. Warren. Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics, 4(1), 45–60. https://doi.org/10.59562/wl.v4i1.68294

Fitri, A. I., & Akbar, I. (2022). Gerakan Sosial Perempuan Ekofeminisme di Pegunungan Kendeng Provinsi Jawa Tengah Melawan Pembangunan Tambang Semen. CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 8(2), 150–165. https://doi.org/10.29313/cosmogov.v8i2.12634

Fitzpatrick, K., & Bell, M. (2023). Care, Climate, and Culture: Ecofeminist Ethics in Contemporary Fiction. New York: Routledge.

Gaard, G. (2015). Ecofeminism and Climate Change. Women's Studies International Forum, 49, 20–33. https://doi.org/10.1016/j.wsif.2015.02.004

Gaard, G., & Gruen, L. (2020). Ecofeminism Revisited: Animal, Earth, and Ethics in a Time of Climate Crisis. Ethics & the Environment, 25(1), 20–45. https://doi.org/10.2979/ethicsenviro.25.1.02

Haraway, D. (2016). Staying with the Trouble: Making Kin in the Chthulucene. Durham: Duke University Press.

Hooks, B., & Serrano, C. (2021). Nature, Gender, and Resistance: Ecofeminism in Critical Theory. Feminist Theory Today, 17(2), 112–127.

Imam, J. (2023). Sepasang yang Melawan 1. Yogyakarta: CV Bumi Pustaka.

Mies, M., & Shiva, V. (2014). Ecofeminism. 2nd Ed. London: Zed Books.

Ndraha, C. P. A., & Hermawan, S. (2023). Eksistensi Ekofeminisme Transformatif dalam Hukum Lingkungan di Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 9(2), 203–212. https://doi.org/10.23887/jkh.v9i2.67915

Plumwood, V. (2015). Feminism and the Mastery of Nature. London: Routledge. (Reprinted Edition)

Rizk, A. (2021). Ecofeminist Readings in Southeast Asian Fiction: Gendered Landscapes of Resistance. Asian Literary Review, 13(1), 33–52.

Salleh, A. (2017). Ecofeminism as Politics: Nature, Marx and the Postmodern. 2nd Ed. London: Zed Books.

Shiva, V. (2016). Who Really Feeds the World? The Failures of Agribusiness and the Promise of Agroecology. North Atlantic Books.

Shiva, V. (2020). Earth Democracy: Justice, Sustainability, and Peace. Berkeley: North Atlantic Books.

Sulistyati, M. (2020). Pembangunan dan Feminisasi Tanah di Indonesia (Kajian Ekofeminisme Global). Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 14(2), 123–135. https://doi.org/10.15408/harkat.v14i2.12810

Warren, K. J. (2015). Feminist Environmental Philosophy. In E. N. Zalta (Ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Summer 2015 Edition).

Warren, K. J. (2021). Ecofeminist Philosophy Reimagined: Gender, Ecology, and Ethics. New York: Rowman & Littlefield.

Published
2025-06-16
How to Cite
Muhammad Nurahmad, Arifuddin, A., Muh. Ali Imran, & Desy Ayu Andhira. (2025). Pemerolehan “Barata” (Bahasa Ujaran Satu Dua Kata) Anak Usia 2 Tahun. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 1163-1173. Retrieved from https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/1692
Section
Articles