Analisis Peran Tradisi Lisan Markobar dalam Menjaga Eksistensi Budaya di Era Digital pada Masyarakat Mandailing

  • Jesica Simanjorang Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nasya Nabila Said Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Icut Aprilla Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nabilla Agustina Batubara Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tri Indah Prasasti Universitas Negeri Medan, Indonesia
Keywords: tradisi lisan, Markobar, budaya Mandailing, era digital

Abstract

Tradisi lisan Markobar merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Mandailing yang masih digunakan dalam acara pernikahan dan kegiatan adat lainnya. Markobar berisi penyampaian nasihat, petuah, serta doa kepada kedua pengantin yang disampaikan oleh keluarga dan tokoh adat. Namun, perkembangan era digital mulai memengaruhi keberadaan tradisi ini di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket melalui Google Form kepada 11 mahasiswa Universitas Negeri Medan yang memiliki latar belakang budaya Mandailing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Markobar masih dikenal dan digunakan dalam kehidupan masyarakat Mandailing serta dianggap sebagai bagian dari identitas budaya. Selain itu, media digital mulai dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan dan melestarikan Markobar kepada generasi muda melalui berbagai platform media sosial. Meskipun demikian, penggunaan media digital perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak mengurangi nilai dan makna asli dari tradisi tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fadhila Harahap, R. I., & Ritonga, H. J. (2024). Nilai-nilai “Markobar” dalam pernikahan adat Mandailing dan keterkaitannya dengan bimbingan konseling Islami. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(2), 224–236. Jayapangus Press.

Hasan, S. N., Rahmayani, P., Rohani, W., Syahreza, D. A., & Wahyuni, R. (2025). Tradisi Markobar sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Mandailing. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendekia, 2 (12) 18904–18915.

Hasibuan, A., Syahminan, M., & Yasmin, N. (2022). Tradisi Markobar dalam kajian komunikasi antar budaya di Kabupaten Mandailing Natal. SIWAYANG Journal, 1(3), 131–140.

Hia, G. M. E., Nasution, T., Stabitah, Z. Z., Sartika, L., Anggoro, R., & Prasasti, T. I. (2025). Dinamika penggunaan bahasa daerah dalam interaksi sosial mahasiswa etnis Nias di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Indonesian Journal of Education, 2(1), 95–99. https://doi.org/10.71417/ije.v2i1.314

Hidayat, A., & Putri, R. (2024). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pelestarian budaya lokal di era digital. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 6(1), 45–56.

Kharismawati, I., Djamali, M. F., Effendi., Nurvicalesti, N., Mukhlisin, H., Prasasti, T. I., Sari, S., Rachman, A., Jamaludin, G. M., Larekeng, S. H., Arinda, F., Anggraeni, S., Adika, D., Nugroho, A. Y., Aprima, D., Septantiningtyas, N., Dharma, I. M. A., Huzaini, D., Van Der Krogt, H., & Kistiani, D. P. (2025). Pembelajaran di era digital: Teknologi, inovasi, dan adaptasi. PT. Mifandi Mandiri Digital.

Komalasari, Firda Devianti, F. (2020). Nilai Kearifan Lokal dalam Rumah Adat Limbungan Suku Sasak. Dinamika Sosial Budaya. 22(2), hlm 158-164. https://journals.usm.ac.id/index.php/jdsb/article/view/2832.

Nasution, L. H., & Aliwijaya, A. (2023). Strategi preservasi digital tradisi lisan makkobar dalam upacara perkawinan adat Mandailing (Studi kasus di Kota Padangsidimpuan).

Pratama, D. (2022). Transformasi masyarakat pada era digital dan dampaknya terhadap kebudayaan. Jurnal Sosial Humaniora, 8(2), 77–88.

Rahmawati, N. (2021). Digitalisasi budaya sebagai upaya pelestarian warisan budaya tak benda. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 21–32.

Sari, M., & Nugroho, A. (2023). Perkembangan teknologi digital dalam perubahan sosial budaya masyarakat Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Modern, 5(2), 66–78.

Sibarani, R. (2020). Kearifan Lokal-Hakikat, Peran dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sihombing, S., & Zulhamri. (2024). Adat Markobar dalam psikologi pranikah. Lentera Ilmu: Jurnal Kependidikan, Riset dan Teoritis, 1(2), 18–30.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tambunan, K. B., Harahap, R., & Wuriyani, E. P. (2023). Nilai kearifan lokal tradisi Andung pada upacara kematian saur matua: Kajian tradisi lisan Batak Toba. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(1), 61–68.

Wulandari, E. (2022). Penguatan identitas budaya daerah melalui digitalisasi budaya lokal. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 4(1), 15–27.

Published
2026-07-11
How to Cite
Simanjorang, J., Said, N. N., Aprilla, I., Batubara, N. A., & Prasasti, T. I. (2026). Analisis Peran Tradisi Lisan Markobar dalam Menjaga Eksistensi Budaya di Era Digital pada Masyarakat Mandailing . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 2837-2844. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.4061
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)